
Minggu, 08 Juni 2008
Just Info : Bangkitkan Sisi Emosional Pria

Minggu, 01 Juni 2008
Kesempatan & Pilihan

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan...
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan..
Tetapi tetap berpulang padamu, Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya atau tidak...
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan..
While you are reading this page, if someone appears in your mind, then.. " You Are In Love With That Person..." (unknown).
Sabtu, 31 Mei 2008
Mujijat Cinta

Cinta yang kadang membuat seseorang menjadi "dom"(bodoh), tetapi juga "slimmer" (lebih cerdik). Seperti Shakespeare yang menulis, "Jika cinta tidak berhasil bertemu dibawah, maka dia akan memanjat"
Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir, masa depan yg cerah berdasarkan pada masa lalu yg tlah di lupakan.
Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.
" Manusia punya rencana dan Tuhan jua lah yang akan menentukan "
Senin, 26 Mei 2008
Ujian Cinta

Salahkah aku jika aku meragukan orang yang aku cintai ?
Salahkah aku jika aku ingin lebih mengenal tentangnya, masa lalunya dan keberadaannya ?
Salahkah aku jika ingin mengetahui siapa dirinya yang sesungguhnya ?
Salahkah aku jika aku ingin bukti2 tentang keberadaannya hanya untuk membuat aku lebih merasa yakin memilihnya ?
Tuhan....
Aku tidak menuntutnya lebih jauh, aku hanya ingin merasa lebih yakin atas pilihan hidupku.
Aku hanya takut tersakiti, aku takut kecewa, aku takut gagal lagi....
Aku tidak ingin itu semua terjadi lagi padaku...
Aku tidak ingin hidup dalam bayang2 ketidak jelasan.
Aku tidak ingin salah memilih dalam kehidupanku....
Cukup sekali aku merasakan kegagalan, kekecewaan dan tersakiti. Aku tidak ingin mengulangnya lagi Tuhan....
Tuhanku....
Sejak aku mengenalnya, aku sudah berusaha untuk merubah semuanya, kehidupanku dan kebiasaanku. Dan ku tutup semuanya hanya demi dirinya... yach, hanya untuknya, karena aku telah memilihnya untuk menemani kehidupanku saat ini dan nanti.
Tapi ada beberapa keraguan dihatiku yang selalu tak terjawab.
Aku ingin jawabannya Tuhan... Aku ingin merasa lebih yakin atas pilihanku...
Salahkah aku jika aku menginginkan itu semua....??
Salahkah aku jika ingin mengenalnya lebih jauh, karena aku telah memilih akan hidup dengannya ?
Jika aku salah.... maafkan aku Tuhan....
Tapi aku tidak ingin dibayangi2 oleh ketidak jelasan. Aku ingin semuanya jelas Tuhan, agar aku bisa menerimanya dengan ikhlas, menerima semuanya tentang dia. Dan aku bisa membelanya di depan orang2 yang meragukannya, juga yang meragukan pilihanku.
Tuhan....
Andai memang dia tulus menyayangi dan mencintai aku....
Buka kan hatinya untuk menjawab semua keraguanku... dan membuktikannya padaku, tidak hanya dengan ucapan, tapi juga dengan sebuah bukti yang terealisasi.
Aku tidak butuh janji2nya, jika semua janji2 itu terabaikan dan hanya manis diucapkan.
Aku butuh bukti yang nyata bukan hanya ucapan.
Tuhanku....
Mungkin aku akan merasa tenang berjalan kembali dengannya, jika semua keraguanku sudah terjawab.
Tuhan.... satu lagi pintaku, Lindungi dan Berkahi dia selalu dimanapun dia berada, amiiin......
Aisya pernah punya Satu permintaan pada Ary :
Klo memang bukti itu ada, kenapa musti kamu sembunyikan ?
Kenapa tidak kamu buat masalah ini menjadi selesai, tapi malah kamu buat masalah ini menjadi semakin luas.
Aku memang telah memilihmu... dan jujur, dihati aku hanya ada kamu saat ini. Aku tidak meminta apa2 mas.... aku hanya ingin bukti kebenaran dari semua ucapan2mu. Semua itu hanya untuk lebih menyakinkan aku.... karena kamu juga tidak ingin kan berjalan dengan orang yang tidak merasa yakin ...?? Jadi tolong bantu aku untuk lebih menyakinkan aku, jika memang kamu mencintai aku.
Maafkan aku jika selama ini aku terlalu menuntut padamu. Aku hanya ingin kejelasan dan tidak ingin keraguan selalu hadir pada diriku. Maafkan aku mas.....
Selasa, 20 Mei 2008
Cinta Yang Terjaga

Keberangkatan Ari ke Eropa untuk memulai pekerjaannya tertunda dikarenakan ada hal yang belum terselesaikan. Ari harus menunggu kembali entah sampai kapan?, yach…. Mudah2an secepatnya Ari diberangkatkan. Amiin….
Sambil menunggu Ari masih stay di Jakarta, dan dia nga bisa hanya duduk diam menunggu. Hari2 dia lewati dengan kegiatan yang cukup positif dan dia pun selalu menunggu waktu libur Aisya, sehingga dia bisa melepas kerinduannya pada Aisya.
Seperti hari ini… Aisya libur, maka Ari datang ke kota Aisya untuk menemui sang kekasih pujaan hatinya.
Aisya senang bisa bertemu kembali dengan Ari (PEMH), kerinduan mereka berdua memang tidak pernah padam. Yach… mumpung masih bisa dipertemukan, toh klo nanti Ari sudah mulai bekerja di Luar Negeri, maka pertemuan itu tidak bisa secepat ini.
Mereka berdua tidak akan membuang waktu yang ada. Kebahagiaan hanya milik mereka berdua, mereka reguk bersama kebahagiaan itu. Tak lupa putri2 Aisya pun ikut merasakan kebahagiaan itu… mereka bersama happy, jalan2 dan makan2 di luar rumah. Kebahagiaan itu tak pernah mereka lupakan, kebahagiaan dan kebersamaan itu selalu melekat pada diri mereka juga pada diri putri2 Aisya.
Sore hari, keluarga Aisya dari Jakarta datang kerumah Aisya. Mereka berkumpul dan bergembira bersama, hari ini terlewati dengan suka cita bersama.
18 Mei 2008, Minggu pagi yang cerah... Aisya dan keluarga ikut senam bersama yang diadakan di komplek Aisya dalam rangka "Warga Sehat, Nyaman dan Tentram" program yang telah diresmikan oleh Bapak Wali kota, dan rutin diadakan setiap minggu pagi (mulai tiga minggu lalu). Warga antusias dengan program ini, lapangan dan jalan raya hampir dipenuhi oleh warga yang ikut menyehatkan badannya dengan senam Jantung, Aerobic & Fun bersama dengan Instructur Senam dari sanggar senam tempat Aisya senam juga. Senam dimulai dari jam 06.00 - 07.00, tubuh terasa segar dan bugar.
Seusai senam, acara dilanjutkan dengan sarapan bersama keluarga dirumah Aisya. Semua menyukai masakan Aisya, katanya masakan Aisya enak sekali apalagi sambal terasi buatan Aisya, wah... nikmatnya bikin pingin nambah lagi dan lagi..... hehehe.... Thanks for all.
Siang hari, jam 11.30. Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di sebuah Restaurant (masakan sunda) kebetulan hari ini adalah Ulang Tahun putri ke 2 adik bungsu Aisya. Semua keluarga besar Aisya kumpul bersama dan bahagia bersama. Usai acara, dilanjutkan dengan melihat 2 rumah peninggalan orang tua Aisya yang kebetulan akan dijual dan ada peminat, sehingga urusan segera diselesaikan, mumpung sedang kumpul bersama. Selesai dari urusan rumah orang tua Aisya, mereka melanjutkan dengan ziarah bersama ke Makam orang tua mereka dan dilanjutkan makan malam bersama masih diluar rumah. hari ini benar2 padat dengan acara, semua bahagia dalam kebersamaan, sampai keluarga Aisya kembali ke kotanya masing2. Tapi tidak dengan Aisya... kebahagiaan itu hanya dinikmati oleh Aisya hanya sesaat, terlihat wajah Aisya sedikit muram, rupanya ada yang mengganjal di hati Aisya.
Ada apakah gerangan denganmu Aisya ? Apa yang terjadi ?
Ternyata Aisya merasa terusik hatinya dengan perkataan dari keluarganya tentang keberadaan Ary. Aisya sedih, Aisya bingung apa yang harus dia lakukan?. Aisya berusaha menjelaskan dan membela keberadaan Ary pada keluarganya, tapi hati kecil Aisya juga kadang merasa ragu dengan apa yang selama ini dia rasakan dan dia lakukan.
Oh...Tuhan, keraguan hadir kembali pada diri Aisya. Selama ini Aisya berusaha belajar ikhlas untuk menerima semuanya, tapi kenapa kali ini Aisya merasa ragu kembali...?? Aisya bingung, Aisya pusing... serasa mau pecah kepala Aisya. Aisya selalu gelisah... dan sikap Aisya ini terbaca oleh Ary... Ary menanyakan apa yang terjadi. Mulanya Aisya diam dan bilang : "Tidak ada2 apa Mas, aku hanya sakit kepala aja". Tapi Ary tau klo Aisya berbohong padanya, Ary dengan lembut memaksa Aisya untuk menceritakan apa yang ada dipikirannya saat itu.
Akhirnya, dengan berat hati dan tanpa ingin menyinggung perasaan Ary, Aisya menceritakan apa yang saat ini dia rasakan dan membuat dia muram. Ary mendengarkan dengan seksama semua cerita Aisya, tentang keraguan hati Aisya yang selama ini dipendam, tentang keraguan2 keluarga Aisya tentang hubungan mereka, tentang masa depan Aisya dan putri2nya, dsb.
Selesai Aisya bercerita, Ary menjelaskan semuanya tentang keraguan2 itu. Ary tidak menyalahkan siapapun, tidak menyalahkan Aisya juga tidak menyalahkan keluarga Aisya. Ary menyadari kondisinya saat ini yang memang belum bisa membahagiakan Aisya dan putri2nya. Ary hanya tinggal menunggu waktu untuk melakukan itu semua, karena Ary juga tau apa yang harus dia lakukan. Ary juga pernah berjanji akan membuat Aisya hidup lebih baik dari kehidupannya saat ini. Semua itu akan Ary lakukan, hanya tinggal menunggu waktu saja dan menunggu Berkah NYA.
Semua kejujuran telah Ary ungkapkan, tidak ada lagi kebohongan sedikitpun untuk Aisya. Ary hanya menyerahkan semuanya pada Aisya, langkah apa yang akan Aisya ambil setelah semuanya tentang kondisi Ary diketahui. Ary hanya tidak ingin kehilangan Aisya, karena hanya Aisya saat ini yang dia miliki dan ada dihatinya. Aisya lah penyemangat hidupnya, karena Aisya lah kehidupan Ary berubah dan menjadi kembali bergairah.
Ary sangat menyayangi dan mencintai Aisya. Semua yang dia lakukan tulus untuk Aisya, tidak ada tujuan untuk menyakiti, mengecewakan atau menipu Aisya. Murni semuanya dia lakukan dengan berawal dari niatan yang tulus, ingin hidup bersama Aisya sampai akhir hayatnya. Aisya adalah sandaran hidup Ary, pada Aisya lah Ari ingin berlabuh selamanya....
Aisya sedih atas semua kejujuran Ary. Aisya tau semua yang Ary lakukan adalah tulus dan murni untuknya, Aisya tau siapa Ary... Aisya tau ketulusan Ary. Aisya tidak ingin mengecewakan Ary lagi. Aisya ingin tetap pada keyakinannya bahwa : "Ary lah laki2 yang selalu mengerti dirinya, Ary lah laki2 yang selalu sabar akan sikap ego & manja dirinya, Ary lah yang selalu menyayangi dan mencintainya dengan tulus, Ary lah yang selama ini selalu menemani hari2nya". Semua yang selama ini Aisya cari telah ditemukan pada Ary, hanya satu yang belum ada pada Ary yaitu Materi, dan itu bisa dicari. Untuk itu... Aisya berjanji, dia tidak akan meninggalkan Ary, dia akan selalu menemani Ary dan dia akan selalu menjadi semangat Ary.
Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang.
Sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata.
Satu permintaan Aisya saat ini pada Ary :
"Tunjukkanlah pada diriku, putri2ku, keluargaku dan juga teman2ku bahwa pilihanku pada dirimu tidak salah mas...". Dan buatlah aku semakin yakin dengan dirimu dengan bukti2 yang ada pada dirimu dan tentangmu.
Ary berjanji akan menunjukkan semuanya pada mereka yang meragukan dirinya, Ary juga akan memberikan bukti2 yang ada pada Aisya untuk lebih menyakinkan Aisya tentangnya. Ary juga berjanji akan merealisasikan semua yang telah direncanakan oleh mereka berdua. Semoga Tuhan memberkahi semua rencana2 tulus mereka, amiiin...
Suasana kembali seperti semula, kebahagiaan mereka raih kembali bersama.
Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.
Kamis, 24 April 2008
Cinta Bersemi Kembali

Tersadar didalam sepiku... Setelah jauh melangkah
Cahaya kasihmu menuntunku... kembali dalam dekap tanganmu...
Terima kasih Cinta... untuk segalanya,
Kau berikan lagi kesempatan itu,
Tak kan terulang lagi semua.....
Kesalahanku yang pernah menyakitimu....
18 April 2008,
Ari nekad kembali ke Jakarta, padahal kesehatannya belum total pulih. Dia nga mau berlama-lama di Kalimantan, dia hanya merasa yakin obat yang mujarab untuk nya adalah bertemu dengan Aisya.
Hidup selalu penuh teka teki yang tidak terjawab
Prasangka dan praduga sudah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari diri manusia, Kau, Aku dan siapa saja.
Dan hingga saat ini...
Aku masih meraba-raba kenyataan yang akan aku hadapi nanti
Tapi aku tetap yakin dan percaya... bahwa ” Tuhan maha adil ”.
Sedalam cintaku, Setulus hatiku
Ku ingin dimiliki... dikasihani
Tanpa air mata.... tanpa kesalahan
Jumat, 18 April 2008
Cinta & Kesetiaan Ter-uji - Part 4

11 April 2008,
Ari melanjutkan perjalanannya ke kalimantan untuk menyelesaikan urusan bisnisnya disana.
Selama Ari di kalimantan, kebahagiaan masih selalu ada di hati mereka berdua, mereka selalu berkomunikasi baik pagi, siang dan malam. Mereka selalu memberitahu pasangannya apa aja yang mereka lakukan hari ini dan esok. Mereka selalu bahagia dan cinta kasih sayang mereka semakin besar, begitu juga dengan kerinduan mereka berdua. Tapi disela-sela kebahagiaan mereka, kedukaan yang amat dalam pun hadir pada mereka berdua. What happened....??
Semua karena ulah Aisya. Keyakinan Aisya pada Ari kadang diragukan... Jika Aisya mengingat masa lalu Ari, kejadian2 saat Aisya di kota Malang, dia langsung merasa ragu dengan apa yang dilakukan oleh Ari, mulai sifat suudzon Aisya kambuh, dia suka mereka-reka dan membuat cerita sendiri yang akhirnya juga membuat dirinya sakit, bukan hanya Ari. Hal ini sudah sering terjadi... Aisya selalu bersikap seperti itu, padahal Aisya tau itu tidak baik untuk kelanjutan hubungannya. Beruntung Aisya mendapatkan kekasih yang baik hati, kekasih yang pemaaf dan kekasih yang penuh dengan cinta dan kesabaran. Ari selalu memaafkan Aisya, Ari dengan sabar selalu mengingatkan Aisya... berharap Aisya bisa berpikir dewasa untuk selalu maju ke depan bukan mundur ke belakang.
Tuhanku.... Ampuni aku, ampuni kesalahanku pada orang yang aku cintai. Aku tidak bermaksud mematahkan semangatnya, aku tidak bermaksud membuatnya menderita. Tuhanku.... ampuni aku... berikan dia kesehatan dan keselamatan, lindungi dia dimanapun dia berada Tuhan... aku sangat menyayangnya dan aku takut akan kehilangannya.
Ada apa denganmu Aisya ? bukankah kalian telah berjanji untuk menutup m
asa lalu ? Tapi kenapa kamu selalu mengungkit masa lalu Ari, padahal kamu sendiri mempunyai masa lalu yang mungkin lebih buruk dari Ari ?.Ingat Aisya !! Ari telah berjanji padamu, pada keluargamu, pada keluarganya juga pada anak2mu, bahwa apa yang dia kerjakan hanya untukmu, hanya untuk kebahagiaan kalian semua. Ingat !! Ari juga pernah bersumpah atas nama Allah dan Rosulnya, bahwa cinta dan kasih sayangnya dan hidupnya hanya untukmu dan anak2mu. Ingat itu Aisya !!
Sadarlah Aisya... apa yang kamu lakukan adalah salah.
Aisya menyesali perbuatannya dan kali ini Aisya benar2 berjanji untuk tidak lagi berbuat itu... mungkin ini ujian atas Cinta kasih mereka, ujian atas Kesetiaan janji mereka.
Cinta dan kasih sayang yang suci.Aisya tak putus asa, dia selalu memonitor keadaan Ari, dia kadang khawatir karena Ari sulit dihubungi, sampai Aisya mencari tau keberadaan Ari dan kondisi Ari pada temannya Ari di kalimantan. Aisya bertambah sedih, saat tau dari temannya Ari, klo Ari adalah lelaki yang baik, penolong dan sangat mencintai Aisya yang sudah dianggap belahan jiwanya, hidup dan matinya.
Minggu, 13 April 2008
Cinta & Kesetiaan Ter-uji - Part 3

Sabtu, 12 April 2008
Cinta & Kesetiaan Ter-uji - Part 2

Karena kejujuran dan kepolosan mereka lah, akhirnya terkuak kisah sedih dimasa lalu yang pernah menimpa Ari. Aisya sempat shock dan sempat menyesali mengapa Ari tidak pernah jujur padanya? Aisya juga menyesali mengapa dia terlalu terburu-buru untuk menerima Cinta Ari juga ajakan Ari untuk berkunjung ke keluarganya...?
Aisya merasa dibohongi Ari, Aisya sangat sedih dan kecewa sekali... Kebahagiaan saat pertama Aisya datang kerumah itu terhapus oleh sedih dan kecewanya hati Aisya atas ulah Ari yang tidak jujur sebelumnya pada Aisya.
Aisya merasa dibohongi oleh Ari, tapi Ari menjelaskan semuanya... mengapa dia berbuat seperti itu... Sengaja Ari mengajak Aisya ke kotanya agar Aisya mengetahui langsung siapa dirinya dan masa lalunya. Ari hanya tidak ingin Aisya berubah pikiran setelah tau semuanya, Ari tidak ingin kehilangan Aisya kembali. Ari sangat menyayangi dan mencintai Aisya, Ari telah bertekad hidupnya hanya untuk Aisya. Ari tidak meminta apa2, dia hanya ingin Aisya menerima sebuah pengakuan darinya itu.
Aisya terdiam, hanya air matanya yang mengalir dipipinya... Aisya merasa bingung, disatu sisi Aisya merasa kecewa karena sikap Ari dan disatu sisi lagi Aisya juga tidak ingin kehilangan Ari.
Setelah Aisya mengadu dan meminta pada NYA, ketenangan itu hadir pada diri Aisya...
Terima kasih Tuhanku.... akhirnya KAU berikan aku keikhlasan untuk bisa menerima semua ini, Aku sangat menyayangnya seperti dia juga menyayangi aku. Aku tidak ingin mengecewakannya juga mematahkan semangatnya. Ini ujian atas Cintaku padanya, dan Aku harus bisa sabar dan ikhlas menerima semuanya. Terima kasih Tuhanku.....
Aisya kembali tersenyum pada Ari, Kakak2 Ari bahagia melihat Aisya kembali seperti semula, kakak2 Ari semakin menyayangi Aisya dan mereka berjanji untuk tetap menyayangi Aisya dan akan selalu mendoakan kebahagiaan Aisya dan Ari. Kakak2 Ari sangat berharap pada Aisya dan merasa yakin klo Ari akan bahagia hidup bersama Aisya... Kakak2 Ari menitipkan Ari pada Aisya dan berharap mereka selalu rukun, walau dalam suka dan duka.
n Ari yang mungkin ada hubungan special dengannya. Aisya sabar menghadapi itu semua, lalu ada lagi kisah Ari yang membuat hati Aisya sangat kecewa dan sakit (little friend). Itu memang kisah2 Ari sebelum dia jadian dengan Aisya, tapi Aisya merasa kecewa, Aisya merasa cemburu, dia nga tahan lagi... Aisya marah dan menangis... Aisya ingin pergi meninggalkan Ari, Aisya ingin pulang ke kotanya saat itu juga, Aisya nga ingin lagi berhubungan dengan Ari. Aisya terlalu banyak di bohongi oleh Ari... Aisya sedih, Aisya kecewa.... Suasana menjadi panas kembali, Kakak2 Ari yang sudah tertidur menjadi bangun mendengar keributan mereka. Kakak Ari menanyakan apa yang telah terjadi, dan Aisya menceritakan semuanya. Kakak Ari marah pada Ari dan dia nga mau melihat Aisya menangis lagi karena Ari, dia nga mau Aisya dikecewakan oleh Ari. Kakak Ari begitu menyayang Aisya, padahal baru setengah hari dia mengenal Aisya, tapi dimata kakak Ari... Aisya lah wanita yang tepat untuk Ari dan dia merasa Ari akan bahagia hidup bersama Aisya. Kakak Ari dengan bijak dan dengan kejujurannya menasehati mereka berdua, dia tidak ingin melihat mereka ribut kembali, dia menginginkan kesabaran ada pada diri mereka berdua, terutama pada diri Aisya... Kakak Ari meminta Aisya untuk bisa sabar dan rukun selalu berdua tanpa ada keributan lagi, walau apapun yang terjadi, semua agar bisa diselesaikan dengan ketenangan dan kesabaran. Kakak Ari sangat sayang pada Aisya, dia sampai berkata pada Ari : Jika bukan dengan Aisya.... dia dan kakak2 yang lain nga akan pernah menerima Ari lagi dirumahnya. Duh betapa besarnya rasa sayang mereka terhadap Aisya. Untuk itu Aisya nga berani untuk mengecewakan hati kakak2nya Ari.
To be continue.... part 3
Rabu, 02 April 2008
Cinta & Kesetiaan Ter-uji - Part 1

Ari masih di Jakarta karena urusannya masih belum selesai.
Ari kangen akan kehadiran Aisya... maka Ari mengajak Aisya untuk berkunjung kerumah Family Aisya di Jakarta.
Aisya menyetujui keinginan Ari.
Jam 07.00, Aisya berangkat ke tempat yang sudah ditentukan dimana Ari dan adik Aisya akan menjemputnya.
Karena padatnya lalu lintas, maka Aisya tiba di tempat yang telah ditentukan jam 10.00, Ari sudah menunggu Aisya dan menjemput Aisya untuk menyeberangi jalan. Bahagianya Aisya akan sikap Ari yang selalu melindungi Aisya dan Aisya melihat kebahagiaan dan kerinduan ada pada mata Ari.
Mata adalah Jendela hati. Dari Mata kita dapat melihat keadaan diri seseorang, apakah dia sedang sedih, kecewa, ragu dan bahagia. Mata tidak dapat membohongi diri, kejujuran dan kebohongan bisa dilihat dari mata.
Ari & Aisya menanti kedatangan adik Aisya yang janji akan menjemputnya ditempat itu.
Dalam penantian, Ari & Aisya merasa tak bosan... karena mereka selalu bercerita, tertawa dan bahagia.
Tepat jam 11.30, Adik Aisya dan istrinya datang menjemput, mereka bersama-sama menuju rumah kakak Aisya di Kemayoran Jakarta Pusat. Kedatangan mereka disambut hangat oleh kakak Aisya... mereka ngobrol dan bersenda gurau, mereka juga makan siang bersama. Hidangan masakan kakak Aisya yang enak menambah selera makan, mereka makan dengan lahap nya.... hmmm mamamia... lezatto....^_^.
Usai makan siang, acara dilanjutkan dengan berkunjung ke rumah adik ipar kakak Aisya yang kebetulan rumahnya bersebelahan dan untungnya mereka semua pas ada dirumah, maklum keluarga kakak Aisya, adalah orang2 sibuk semua. Aisya memperkenalkan Ari pada keluarga adik ipar kakaknya... mereka semua welcome pada Ari dan mereka menitipkan Aisya dan putrinya pada Ari, setelah mereka tau kesungguhan Ari pada Aisya.
Ari juga meminta ijin kakak2 & adik Aisya untuk membawa Aisya ke keluarganya di kota Malang. Semua merestui dan mengijinkan Ari untuk membawa Aisya bersamanya ke kota Malang tempat kelahiran Ari.
Ari dan Aisya sangat bahagia akan hal ini... Terima kasih Tuhan.... Terima kasih atas semuanya...
Selepas berkunjung kerumah kakaknya Aisya, Ari berkunjung juga kerumah adik Aisya di Bekasi, bahkan Ari nginap satu malam disana bersama Aisya.
Dalam perjalanan dan di rumah, mereka selalu bahagia... mereka seperti sudah menjadi satu keluarga. Adik Aisya benar2 merestui hubungan Ari & Aisya, bahkan adik Aisya menginginkan Ari segera menikahi Aisya, karena adik Aisya khawatir klo Aisya diambil orang, maklum... Aisya banyak yang suka dan adik Aisya hanya berharap kakaknya bisa bersatu dengan Ari tidak dengan yang lain.
Hal ini semakin membuat Ari bersemangat untuk segera menikahi Aisya, tapi tetep Ari & Aisya berusaha untuk berjalan sesuai komit mereka berdua, tinggal nanti semuanya di serahkan pada yang maha Kuasa.
Ari mengantar Aisya pulang ke kotanya, sebelumnya mereka diajak adik Aisya makan siang dulu di RM Combo, di RM itu juga Ari dipertegas oleh adik Aisya untuk sesegera mungkin melaksanakan pernikahan. Tapi Aisya tidak ingin terburu-buru, Aisya ingin Ari sukses dulu dengan semua rencananya, baru merealisasikan apa yang sudah direncanakan oleh mereka berdua. Semoga Tuhan tidak akan memisahkan mereka lagi.... amiin...
Adik Aisya dan istrinya hanya mengantar Ari & Aisya sampai keluar dari komplek perumahannya, selanjutnya Ari & Aisya kembali ke kota Aisya.
Perjalanan yang sangat mengesankan, walau perjalanan itu sangat singkat dirasakan oleh mereka berdua.
Setibanya di kota Aisya, karena hari masih siang... mereka masih sempat jalan2 ke mall dan ke Tour & Travel untuk mengambil tiket air line yang telah dipesan Aisya sebelumnya.
Dalam kebersamaan, mereka selalu berdua dan bahagia. Hingga mereka tiba dirumah Aisya, mereka tetep bahagia dan disambut oleh putri2 Aisya.
Kebahagiaan seakan hanya milik mereka berdua, tanpa rasa lelah Ari & Aisya kembali keluar rumah untuk membeli alat2 electric, yach... Ari akan memperbaiki semua yang ada di rumah Aisya berkaitan dengan pekerjaan electric dan semuanya pekerjaan laki2 yang Aisya sendiri tidak paham akan hal itu. Ari menyiapkan semuanya untuk dia kerjakan esok hari.
Di rumah Aisya, Ari makan malam bersama putri2 Aisya. Pada makan malam bersama itu pula Ari mengungkapkan semua rencananya pada putri2 Aisya, Ari meminta ijin pada putri2 Aisya bahwa kelak dia akan menikahi Mamanya dan sekaligus dia minta ijin untuk membawa Mamanya ke kota Ari untuk diperkenalkan pada keluarga besarnya.
Putri2 Aisya menyetujui rencana Ari dan mengijinkan Ari membawa Mamanya ke keluarganya. Ari senang sekali dan dia merasa bahagia malam itu. Dia mengucapkan terima kasih pada putri2 Aisya dan Aisya sendiri hanya diam membisu tanpa kata karena merasa terharu akan semua ketulusan Ari juga ketulusan putri2 Ari dalam menerima Ari sebagai pengganti figur Papa nya kelak. Thanks God....!! semoga KAU mudahkan semua urusan kami, amiin....
Ari mengerjakan semua pekerjaan yang berkaitan dengan electric di rumah Aisya (sedangkan Aisya ke kantor), dari mulai memperbaiki stop contact yang jebol, VCD yang tertelan dalam Player , antena TV / Boster yang terbakar, AC yang sensor nya hilang dan lain2. Pokoknya semuanya dikerjakan oleh Ari dengan baik dan rapih, walhasil Aisya sempat terkejut saat dia pulang ke rumah selepas dari kantor, rumahnya jadi bersih dan perabotan Aisya jadi tertata rapih. Aisya senang melihat hasil kerja Ari, rupanya Ari sudah tidak merasa canggung lagi di rumah Aisya, dia sudah menganggap seperti di rumahnya sendiri. Aisya senang karena melihat isi rumahnya jadi rapih dan terlihat luas serta lebih bersih.
Aisya & Ari makan malam bersama diluar, mereka menghabiskan malam dengan bahagia dalam kebersamaan.

Sejenak lelahku hilang dalam pelukanmu
Dalam kemesraan dan kelembutanmu...
Serasa tak jauh lagi hasratku
Menggapai impian itu...
Diri mu ku sayang
Diri ku kau sayang
Aku terbuai dalam pelukan mu
Aku terbuai dalam hangatnya Cinta mu kasih.....
01 April 2008,
Bersamaan dengan Aisya ke kantor, Ari juga kembali ke Jakarta. Dia akan pulang dulu ke kota kelahirannya Malang, dia akan membawa berita tentang hubungannya dengan Aisya pada keluarga besarnya. Dan Aisya akan menyusul Ari pada hari Jumat 04 April nanti. Semoga keluarga Ari juga akan merestui hubungannya dengan Aisya seperti halnya keluarga besar Aisya dan putri2 Aisya yang telah menerima dan menyetujui serta merestui hubungan mereka. Amiiin......
Selama Ari dalam perjalanan ke kota kelahirannya, dia selalu menghubungi Aisya... Ari selalu merindukan Aisya dan takut akan kehilangan Aisya.
Ach.... ri, Cinta dan kasih sayangmu begitu besar pada ku, dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan semua itu.
Aku juga sangat menyayangmu dan takut akan kehilangan Cinta & kasih sayangmu.
Semoga Tuhan selalu memudahkan dan melancarkan semua urusan kita, dan semoga kita diperkenankan segera untuk bersatu dan saling memiliki serta tak akan pernah berpisah lagi, selamanya bahagia bersama.... amiiin.
02 April 2008,
Ari tiba di kota kelahirannya Malang, dia berjumpa dengan keluarga besarnya. Dan entah apa yang diceritakan oleh Ari pada keluarganya tentang hubungannya dengan Aisya. Yang jelas, saat itu juga kakak tertua Ari sempat komunikasi by phone dengan Aisya, dan sepertinya kakak Ari menyukai Aisya, dari cara bicaranya yang bersahabat dan akrab seperti pernah mengenal Aisya sebelumnya. Aisya sangat senang sekali dengan sambutan dari kakak tertua Ari walau baru hanya lewat telp. Semoga saat Aisya datang berkunjung ke rumahnya nanti, mendapat sambutan yang lebih bersahabat lagi, amiiin..... Thanks GOD....!!
To be continue.... part 2

