Kamis, 21 Mei 2009

Ada lagi nih : Endometriosis


Ada lagi nih ....

FYI : ENDOMETRIOSIS

Sinta (30) mengaku setiap haid tersiksa luar biasa, kejang perut dan darah yang keluar banyak. Dokter menyatakan dia mengidap endometriosis dan harus dioperasi untuk membuangnya. Sinta seketika ciut.
"Saya paling ngeri dengan operasi. Adakah alternatif lain untuk mengenyahkan penyakit ini?"

Mungkin banyak di antara Anda seperti 'Sinta-Sinta' yang lain, dimana setiap datang bulan merasa terasa tersiksa, tak jarang harus cuti kantor karena untuk bangun saja sakitnya bukan main.

Endometriosis adalah salah satu kelainan yang sering dijumpai pada perempuan. Pada perempuan dewasa
yang mengalami nyeri panggul, prevalensi (tingkat rata-rata) endometriosis berkisar 5-21%. Sementara pada remaja dengan nyeri panggul dan nyeri haid (dysmenorrhea) prevalensi endometriosis sekitar 50%, demikian menurut dr. Indrawati, SpOG.

Endometriosis merupakan kelainan dimana ditemukan adanya jaringan yang berasal dari selaput lendir rahim (sel endometrium) pada organ atau jaringan di luar rahim. Sel tersebut tetap hidup, aktif dan menunjukkan aktivitas seperti endometrium di dalam rahim. Nah, pada masa haid, sel endometriosis ini juga mengeluarkan darah haid, makanya saat datang bulan penderita mengeluarkan banyak darah. Dalam ovarium (indung telur), sel endometriosis yang aktif akan mengeluarkan darah haid setiap siklus yang akan diakumulasi dalam kantong membentuk kista endometriosis. Saat perempuan menopause, sel tersebut mengalami penyusutan.

Apakah penyebab endometriosis? Secara teoritis, penyebab endometriosis dihubungkan dengan sejumlah hal, yaitu:

1. Aliran balik darah haid.
Hal ini terjadi akibat terhambatnya proses aliran keluar darah haid melalui saluran leher rahim, misalnya karena adanya tumor leher rahim.

2. Metaplasia coelomic.
Secara embrional organ genital, selaput dinding perut dan organ pelvis berasal dari jaringan sel embrional yang sama. Jaringan tersebut dapat berubah bentuk jika terekspos secara hormonal dan infeksi kronis.

3. Hormonal.
Seperti halnya endometrium, sel endometriosis berkembang dan menyusut di bawah pengaruh hormon estrogen. Pemberian obat-obatan dan makanan yang memiliki potensi estrogen tinggi akan mengakibatkan meningkatnya aktivitas sel endometriosis.

3. Mekanik.
Tindakan operasi kandungan terutama saat haid yang berhubungan dengan tingginya tumpahan sel endometriosis ke dalam 'tangga' perut.

4. Penyebaran vaskuler dan limtatik.
Sel endometriosis mengadakan penyebaran ke organ
yang jauh lewat pembuluh darah dan pembuluh limtatik n Kekebalan tubuh. Endometriosis banyak dijumpai pada wanita dengan kekebalan tubuh menurun

5. Genetik.
Endometriosis dijumpai pada perempuan dalam keluarga yang sama. Risiko mengidap gangguan ini dari factor ibu sekitar 8,1% dan factor saudara 5,9%.

Bagaimana endometriosis disembuhkan? Pengobatan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain pemberian obat-obatan, pembedahan serta kombinasi keduanya. Bila penderita didiagnosis sedini mungkin dan dilakukan pengobatan optimal, perempuan dengan endometriosis masih dapat hamil dan memiliki keturunan.