Selasa, 20 Mei 2008

Cinta Yang Terjaga


03 Mei 2008,
Keberangkatan Ari ke Eropa untuk memulai pekerjaannya tertunda dikarenakan ada hal yang belum terselesaikan. Ari harus menunggu kembali entah sampai kapan?, yach…. Mudah2an secepatnya Ari diberangkatkan. Amiin….
Sambil menunggu Ari masih stay di Jakarta, dan dia nga bisa hanya duduk diam menunggu. Hari2 dia lewati dengan kegiatan yang cukup positif dan dia pun selalu menunggu waktu libur Aisya, sehingga dia bisa melepas kerinduannya pada Aisya.
Seperti hari ini… Aisya libur, maka Ari datang ke kota Aisya untuk menemui sang kekasih pujaan hatinya.

Aisya senang bisa bertemu kembali dengan Ari (PEMH), kerinduan mereka berdua memang tidak pernah padam. Yach… mumpung masih bisa dipertemukan, toh klo nanti Ari sudah mulai bekerja di Luar Negeri, maka pertemuan itu tidak bisa secepat ini.
Mereka berdua tidak akan membuang waktu yang ada. Kebahagiaan hanya milik mereka berdua, mereka reguk bersama kebahagiaan itu. Tak lupa putri2 Aisya pun ikut merasakan kebahagiaan itu… mereka bersama happy, jalan2 dan makan2 di luar rumah. Kebahagiaan itu tak pernah mereka lupakan, kebahagiaan dan kebersamaan itu selalu melekat pada diri mereka juga pada diri putri2 Aisya.

Walau kadang dalam kebahagiaan, mereka berdua tersandung oleh kerikil2 tajam masa lalu, tapi atas nama Cinta dan ketulusan Cinta kasih mereka, semua dapat mereka lalui bersama.

Tuhanku.... terima kasih atas karunia yang telah KAU berikan pada kami. Kesehatan, Kebahagiaan & Kebersamaan ini tidak akan pernah kami sia-sia kan, terima kasih Tuhanku..... terima kasih atas semuanya.

17 Mei 2008,

Ary kembali kekota Aisya karena Aisya mengundangnya untuk hadir di acara kumpul keluarga besar Aisya. Mulanya Ary tidak bisa hadir karena dia masih sibuk dengan kesiapannya akan keberangkatannya ke Eropa (sementara menunggu keberangkatannya, Ary juga mulai bekerja disuatu perusahaan electronic di Jakarta (sbg HRD) - lumayan untuk menunggu berlalunya waktu). Tapi karena kerinduannya juga terhadap Aisya dan atas ijin dari orang yang akan memberangkatkan Ary, maka Ary akhirnya datang juga ke kota Aisya.

Malang tak diduga, Ary kecopetan di bus menuju kota Aisya. ATM, KTP, Uang, dll yang ada dalam dompetnya raib. Ary tiba dirumah Aisya dengan membawa surat keterangan kehilangan dari kepolisian di kota Aisya, dan Ary pun langsung memblokir uang yang ada di ATM nya by phone rumah Aisya.

Sungguh kasihan nasib Ary. Tapi Aisya salut pada Ary yang ikhlas dengan semua cobaan yang sedang menimpanya. Dia selalu berpegang teguh pada prinsipnya... bahwa tidak selamanya Tuhan menguji umatnya, tidak selama kita selalu puasa, suatu hari kita juga akan menikmati hari Lebaran. Begitu pula dengan sebuah ujian.... tidak selamanya Tuhan menguji kita dengan segala cobaan yang pahit, suatu hari kita pasti akan menikmati kebahagiaan kita yang sesungguhnya. Itulah yang selalu membuat Ary ikhlas menerima semua cobaan dalam kehidupannya.

Tuhan.... aku bangga pada Ary, aku ingin seperti dia yang bisa mempunyai rasa sabar dan ikhlas. Aku akan belajar semua itu darinya Tuhan.... karena jika KAU perkenankan, aku akan hidup bersamanya kelak sampai akhir hidupku.

Sore hari, keluarga Aisya dari Jakarta datang kerumah Aisya. Mereka berkumpul dan bergembira bersama, hari ini terlewati dengan suka cita bersama.

18 Mei 2008, Minggu pagi yang cerah... Aisya dan keluarga ikut senam bersama yang diadakan di komplek Aisya dalam rangka "Warga Sehat, Nyaman dan Tentram" program yang telah diresmikan oleh Bapak Wali kota, dan rutin diadakan setiap minggu pagi (mulai tiga minggu lalu). Warga antusias dengan program ini, lapangan dan jalan raya hampir dipenuhi oleh warga yang ikut menyehatkan badannya dengan senam Jantung, Aerobic & Fun bersama dengan Instructur Senam dari sanggar senam tempat Aisya senam juga. Senam dimulai dari jam 06.00 - 07.00, tubuh terasa segar dan bugar.

Seusai senam, acara dilanjutkan dengan sarapan bersama keluarga dirumah Aisya. Semua menyukai masakan Aisya, katanya masakan Aisya enak sekali apalagi sambal terasi buatan Aisya, wah... nikmatnya bikin pingin nambah lagi dan lagi..... hehehe.... Thanks for all.

Siang hari, jam 11.30. Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama di sebuah Restaurant (masakan sunda) kebetulan hari ini adalah Ulang Tahun putri ke 2 adik bungsu Aisya. Semua keluarga besar Aisya kumpul bersama dan bahagia bersama. Usai acara, dilanjutkan dengan melihat 2 rumah peninggalan orang tua Aisya yang kebetulan akan dijual dan ada peminat, sehingga urusan segera diselesaikan, mumpung sedang kumpul bersama. Selesai dari urusan rumah orang tua Aisya, mereka melanjutkan dengan ziarah bersama ke Makam orang tua mereka dan dilanjutkan makan malam bersama masih diluar rumah. hari ini benar2 padat dengan acara, semua bahagia dalam kebersamaan, sampai keluarga Aisya kembali ke kotanya masing2. Tapi tidak dengan Aisya... kebahagiaan itu hanya dinikmati oleh Aisya hanya sesaat, terlihat wajah Aisya sedikit muram, rupanya ada yang mengganjal di hati Aisya.

Ada apakah gerangan denganmu Aisya ? Apa yang terjadi ?

Ternyata Aisya merasa terusik hatinya dengan perkataan dari keluarganya tentang keberadaan Ary. Aisya sedih, Aisya bingung apa yang harus dia lakukan?. Aisya berusaha menjelaskan dan membela keberadaan Ary pada keluarganya, tapi hati kecil Aisya juga kadang merasa ragu dengan apa yang selama ini dia rasakan dan dia lakukan.

Oh...Tuhan, keraguan hadir kembali pada diri Aisya. Selama ini Aisya berusaha belajar ikhlas untuk menerima semuanya, tapi kenapa kali ini Aisya merasa ragu kembali...?? Aisya bingung, Aisya pusing... serasa mau pecah kepala Aisya. Aisya selalu gelisah... dan sikap Aisya ini terbaca oleh Ary... Ary menanyakan apa yang terjadi. Mulanya Aisya diam dan bilang : "Tidak ada2 apa Mas, aku hanya sakit kepala aja". Tapi Ary tau klo Aisya berbohong padanya, Ary dengan lembut memaksa Aisya untuk menceritakan apa yang ada dipikirannya saat itu.

Akhirnya, dengan berat hati dan tanpa ingin menyinggung perasaan Ary, Aisya menceritakan apa yang saat ini dia rasakan dan membuat dia muram. Ary mendengarkan dengan seksama semua cerita Aisya, tentang keraguan hati Aisya yang selama ini dipendam, tentang keraguan2 keluarga Aisya tentang hubungan mereka, tentang masa depan Aisya dan putri2nya, dsb.

Selesai Aisya bercerita, Ary menjelaskan semuanya tentang keraguan2 itu. Ary tidak menyalahkan siapapun, tidak menyalahkan Aisya juga tidak menyalahkan keluarga Aisya. Ary menyadari kondisinya saat ini yang memang belum bisa membahagiakan Aisya dan putri2nya. Ary hanya tinggal menunggu waktu untuk melakukan itu semua, karena Ary juga tau apa yang harus dia lakukan. Ary juga pernah berjanji akan membuat Aisya hidup lebih baik dari kehidupannya saat ini. Semua itu akan Ary lakukan, hanya tinggal menunggu waktu saja dan menunggu Berkah NYA.

Semua kejujuran telah Ary ungkapkan, tidak ada lagi kebohongan sedikitpun untuk Aisya. Ary hanya menyerahkan semuanya pada Aisya, langkah apa yang akan Aisya ambil setelah semuanya tentang kondisi Ary diketahui. Ary hanya tidak ingin kehilangan Aisya, karena hanya Aisya saat ini yang dia miliki dan ada dihatinya. Aisya lah penyemangat hidupnya, karena Aisya lah kehidupan Ary berubah dan menjadi kembali bergairah.

Ary sangat menyayangi dan mencintai Aisya. Semua yang dia lakukan tulus untuk Aisya, tidak ada tujuan untuk menyakiti, mengecewakan atau menipu Aisya. Murni semuanya dia lakukan dengan berawal dari niatan yang tulus, ingin hidup bersama Aisya sampai akhir hayatnya. Aisya adalah sandaran hidup Ary, pada Aisya lah Ari ingin berlabuh selamanya....

Aisya sedih atas semua kejujuran Ary. Aisya tau semua yang Ary lakukan adalah tulus dan murni untuknya, Aisya tau siapa Ary... Aisya tau ketulusan Ary. Aisya tidak ingin mengecewakan Ary lagi. Aisya ingin tetap pada keyakinannya bahwa : "Ary lah laki2 yang selalu mengerti dirinya, Ary lah laki2 yang selalu sabar akan sikap ego & manja dirinya, Ary lah yang selalu menyayangi dan mencintainya dengan tulus, Ary lah yang selama ini selalu menemani hari2nya". Semua yang selama ini Aisya cari telah ditemukan pada Ary, hanya satu yang belum ada pada Ary yaitu Materi, dan itu bisa dicari. Untuk itu... Aisya berjanji, dia tidak akan meninggalkan Ary, dia akan selalu menemani Ary dan dia akan selalu menjadi semangat Ary.

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang.
Sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata.

Satu permintaan Aisya saat ini pada Ary :

"Tunjukkanlah pada diriku, putri2ku, keluargaku dan juga teman2ku bahwa pilihanku pada dirimu tidak salah mas...". Dan buatlah aku semakin yakin dengan dirimu dengan bukti2 yang ada pada dirimu dan tentangmu.

Ary berjanji akan menunjukkan semuanya pada mereka yang meragukan dirinya, Ary juga akan memberikan bukti2 yang ada pada Aisya untuk lebih menyakinkan Aisya tentangnya. Ary juga berjanji akan merealisasikan semua yang telah direncanakan oleh mereka berdua. Semoga Tuhan memberkahi semua rencana2 tulus mereka, amiiin...

Suasana kembali seperti semula, kebahagiaan mereka raih kembali bersama.

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentingnya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.

Tidak ada komentar: